Indonesia | English
  • Student Exchange: Liberal of Arts Saint Louis College with Department of Psychology Widya Mandala Catholic University Surabaya
    Last updated 27-05-2013
    Written by admin  

    Student Exchange: Liberal of Arts Saint Louis College with Department of Psychology

    Widya Mandala Catholic University Surabaya

     

    (WM, 27/5/13) Sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (WM) karena dapat menyambut dan menjamu para tamu dari Fakultas Psikologi Saint Louis College (SLC), Bangkok, Thailand. Rombongan SLC yang terdiri dari 3 orang, satu dosen dan dua mahasiswi, tiba di Bandara Juanda Surabaya pada hari Senin, 1 April 2013, pukul 23.45 WIB. Rombongan SLC dijemput langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Psikologi WM, Johannes Dicky Susilo, M.Psi., Psi., dan Jaka Santosa S., M.Psi., Psi. selaku Wakil Dekan II.

    Menurut Erlyn Erawan, Psy.D, dosen Fakultas Psikologi WM selaku koordinator acara, tujuan kegiatan ini adalah menyediakan peluang bagi mahasiswa WM, khususnya dari Fakultas Psikologi, untuk berlatih berkomunikasi dengan mahasiswa asing, saling memahami keunikan budaya kedua negara, dan bertukar pikiran perihal isu-isu akademis, khususnya dalam ranah psikologi.

    Rombongan dari Saint Louis College(SLC) Thailand mencakup seorang dosen dan dua mahasiswi. Mr. Polapat Chareonviangvetchakit, yang ditugasi SLC sebagai dosen pendamping, memiliki gelar Master of Arts dalam ranah psikologi industri-organisasi, sedangkan kedua mahasiswinya, yaitu Ilada Siriwathakarnt dan Khantong Buarapa, yang duduk di semester enam, belum secara khusus berkecimpung dalam bidang minat tertentu. Ketiga tamu tersebut terlihat aktif mengikuti program yang bertajuk “Academic Student/Faculty Exchange Program in Psychology”.

    Jadwal kegiatan para tamu cukup padat. Setelah tiba di Surabaya pada Senin malam, keesokan paginya para tamu SLC langsung mengikuti kegiatan bersama Dekan Fakultas Psikologi, F. Yuni Apsari, M.Si, Psi., dan sejumlah dosen. Pada hari yang sama, rombongan SLC juga bertemu Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, yaitu Kuncoro Foe, Ph.D. Acara hari pertama rombongan fokus pada pengenalan kampus (campus tour), diakhiri dengan makan jajan pasar khas Indonesia (yang disantap para tamu Thailand dengan antusias). Keesokan harinya, yakni 3 April 2013, rombongan SLC dengan didampingi beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi WM dan sejumlah dosen Fakultas Psikologi WM melakukan kunjungan ke sekolah inklusi Ammaryllis. Setelah itu, seluruh rombongan mengikuti pertemuan kelas psikologi perkembangan di laboratorium assessment lantai 7 Fakultas Psikologi WM, yang dimulai pada pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 15.30 WIB.

    Tepat tiga minggu rombongan asal Thailand ini berada di Surabaya. Selama proses tersebut, para tamu SLC melakukan berbagai kegiatan bersama para mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi WM. Menurut Erlyn Erawan,Psy. D.,beberapa kegiatan yang dilaksanakan mencakup kunjungan ke museum House of Sampoerna di Taman Sampoerna 6 Surabaya, kunjungan ke rumah sakit jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, kunjungan untuk mempelajari budaya di sekitar Gunung Bromo, dan kunjungan mempelajari budaya ke Candi Trowulan di Mojokerto. Rombongan SLC juga disuguhi beberapa matakuliah khusus (berbahasa Inggris) dari rumpun psikologi klinis, psikologi industri-organisasi, psikologi perkembangan, psikologi sosial, serta psikologi pendidikan. Dalam kuliah tersebut, para dosen dan mahasiswa dari setiap rumpun menyajikan materi yang mencakup isu-isu terkini dalam psikologi, khususnya terkait dengan budaya Indonesia. Seringkali tercetus diskusi-diskusi yang menarik, misalnya ketika mahasiswa Indonesia dan Thailand saling bertukar informasi tentang kisah-kisah hantu di kedua negara. Justru dari dialog-dialog informal tersebut, mahasiswa WM belajar bahwa para tamu dari negeri lain pun memiliki banyak kesamaan pola pikir dan kesamaan hal-hal yang dianggap tabu atau tidak pantas. Mahasiswa juga belajar bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan “pe-de” alias percaya diri; tidak minder. Kuliah juga berjalan dengan menarik dan tidak membosankan karena setiap rumpun menyajikan materi dengan gaya yang berbeda; misalnya dengan mengundang beberapa public figure seperti Kuncarsono Prasetyo, pendiri Sawoong & Republik Kaos.

    Setelah program kunjungan para tamu dari Program Studi FakultasPsikologi Saint Louis College (SLC) ini berakhir, Fakultas Psikologi WM Surabaya berniat meneruskan program serupa, yakni menjalin hubungan persahabatan dengan Fakultas Psikologi dari berbagai universitas di luar negeri. Acara semacam ini, selain dapat menjadi ajang memperluas jejaring akademik antar fakultas di negara yang berbeda-beda (dan menjadi kesempatan diseminasi ilmu pengetahuan dan pemahaman budaya dalam skala global), juga dapat memberikan dosen dan mahasiswa kesempatan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, sembari belajar berempati dengan para tamu dari negeri seberang, yang mungkin memiliki persepsi budaya yang berbeda. (Partika Dhimas Pangestu – 7103010055)